Who hosted Candid Camera? This question unlocks a rich history of television’s enduring prank show. For decades, this program has delighted audiences with its unique blend of humor and genuine surprise, making it a staple of broadcast entertainment. Its longevity is a testament to a simple yet effective premise that has resonated across generations.
The show’s journey began with a clear vision: to capture unscripted reactions to cleverly orchestrated, lighthearted pranks. Over its many iterations, the core concept remained, but the on-screen personalities who guided viewers through these moments evolved, each leaving their distinct mark on the program’s legacy. Understanding who hosted Candid Camera is key to appreciating its cultural impact and the evolution of television hosting itself.
Introduction to “Candid Camera”

Wah, “Candid Camera” ini emang legend banget sih di dunia pertelevisian, guys! Bayangin aja, acara yang isinya ngerjain orang diam-diam, terus direkam, udah nongol dari jaman kakek nenek kita masih muda. Konsepnya simpel tapi gregetnya dapet banget, bikin orang ketawa ngakak sampe keselek kuaci.Acara ini tuh kayak pelopor reality show sebelum booming kayak sekarang. Udah malang melintang di berbagai era televisi, dari hitam putih sampe color, dan selalu berhasil bikin penonton setia.
Dampaknya ke hiburan televisi tuh gede banget, ngebuka jalan buat acara-acara lain yang pake konsep serupa. Mulai dari prank, sketsa komedi, sampe dokumenter candid, semua kayak punya utang budi sama “Candid Camera”.
Initial Concept and Evolution
Awalnya, ide “Candid Camera” itu sederhana banget: ngasih kejutan atau situasi kocak ke orang awam yang nggak sadar lagi direkam. Tujuannya murni buat ngeliat reaksi spontan mereka yang biasanya jujur dan lucu. Konsep ini pertama kali muncul di radio, terus merambah ke televisi dan langsung meledak.Seiring berjalannya waktu, format acara ini terus berkembang biar tetep relevan sama zaman. Awalnya cuma sketsa-sketsa sederhana, tapi lama-lama jadi lebih canggih dengan trik-trik yang lebih kompleks dan teknologi yang makin maju.
Tapi intinya tetep sama: bikin orang ketawa dengan momen-momen tak terduga.
Longevity and Impact on Television Entertainment
Usia “Candid Camera” yang udah puluhan tahun ini bukti nyata kalau konsepnya emang nggak lekang oleh waktu. Acara ini berhasil bertahan melewati berbagai perubahan tren televisi, mulai dari era hitam putih yang serba terbatas, sampai era digital yang serba cepat. Ini nunjukin kalau humor universal yang didapet dari kejujuran reaksi manusia itu selalu dicari orang.Dampak “Candid Camera” ke dunia pertelevisian tuh nggak main-main.
Acara ini jadi semacam blueprint buat banyak acara komedi dan reality show yang muncul setelahnya. Ide ngerekam orang tanpa sepengetahuan mereka buat hiburan, bikin banyak kreator acara kepikiran buat ngembangin konsep serupa. Nggak heran kalau sampai sekarang, masih banyak acara yang terinspirasi dari formula legendaris ini, baik di layar kaca maupun di platform digital.
Identifying the Hosts of “Candid Camera”

Waduh, kalau ngomongin “Candid Camera” ini, nggak afdal kali kalau nggak kenal siapa aja sih yang jadi juru penerangnya, kan? Merekalah yang ngenalin kita sama trik-trik kocak dan reaksi spontan orang-orang. Jadi, mari kita kupas tuntas siapa aja bintang di balik layar yang bikin acara ini makin hidup.Host ini ibaratnya kayak kapten kapal, Bro! Dia yang ngarahin penonton, ngenalin kita sama “korban” prank, dan yang paling penting, ngasih
- punchline* atau
- setup* sebelum kejutan itu muncul. Tanpa mereka, “Candid Camera” bakal kayak sayur tanpa garam, hambar kali rasanya.
Chronological List of “Candid Camera” Hosts
Biar makin jelas, kita bikin daftar urutannya nih, dari yang paling awal sampai yang terakhir pegang mic. Biar nggak ada yang kelewat, perhatiin baik-baik ya periode mereka nongol di layar kaca.
Ini dia para pahlawan di balik layar “Candid Camera” yang bikin kita ketawa ngakak:
- Allen Funt (1948–1960, 1966–1970, 1987–1990)
-Si Bapak “Candid Camera” yang pertama kali punya ide brilian ini. Dia bukan cuma host, tapi juga produser dan pencetus konsepnya. Gayanya santai, observant, dan selalu punya senyum khas. - Bert Parks (1960–1961)
-Sempat pegang kendali sebentar, gayanya lebih formal tapi tetap bisa ngebawa suasana ringan. - Bob Barker (1966–1967)
-Sebelum jadi legenda di “The Price Is Right”, Bob Barker juga sempat jadi host “Candid Camera”. Gayanya khas banget, ramah dan berwibawa. - Bess Myerson (1968–1969)
-Salah satu host wanita pertama di acara ini. Dia ngebawa perspektif yang beda, tetap cerdas dan nggak kalah kocak. - Dominick Dunne (1973–1974)
-Walaupun lebih dikenal sebagai jurnalis investigasi, Dunne sempat jadi host dan nambahin sentuhan khasnya. - Wil Shriner (1974–1976)
-Membawa energi muda dan gaya yang lebih modern di zamannya. - Chris Elliott (1991–1992)
-Dia ini lebih ke arah komedian yang sering ngasih reaksi kocak di depan kamera, bikin prank-nya makin berasa. - Kevin Nealon (1996–1997)
-Dikenal dengan gaya komedi stand-up-nya, Nealon nambahin unsur humor yang segar. - Peter Funt (1987–1990, 1997–2000)
-Anak dari Allen Funt ini meneruskan warisan ayahnya, dengan gaya yang nggak kalah kharismatik. - Mark Thompson (2001–2004)
-Dia ngebawa gaya yang lebih
-upbeat* dan interaktif dengan penonton. - Eric Roberts (2004–2005)
-Aktor ini nambahin
-star power* dan gaya yang unik ke acara ini.
Distinct Hosting Styles and Personalities
Setiap host ini punya ciri khasnya masing-masing, Bro. Nggak ada yang sama persis, makanya “Candid Camera” bisa bertahan lama dengan berbagai macam muka di depan kamera.
Perbedaan gaya hosting ini yang bikin “Candid Camera” nggak monoton. Ada yang santai, ada yang kocak, ada yang lebih formal tapi tetap jenaka. Intinya, mereka semua berhasil bikin kita betah nonton:
- Allen Funt: Sang pionir. Gayanya paling ikonik, seperti teman ngobrol yang ngajak kita intip keseruan. Dia itu kayak detektif humor, selalu penasaran dan nunjukkin reaksi asli orang dengan cara yang cerdas.
- Bob Barker: Punya aura “paman baik hati”. Dia bisa bikin orang nyaman, jadi pas prank-nya jalan, reaksinya jadi makin natural dan lucu.
- Chris Elliott: Dia ini lebih ke arah “reaksi spontan”. Kadang dia ikutan kaget atau ngasih komentar kocak di tengah-tengah prank, bikin suasana makin cair.
- Peter Funt: Meneruskan warisan ayahnya, tapi dengan sentuhan modern. Dia lebih analitis tapi tetap bisa ngebawa humor yang
-relatable*. - Kevin Nealon: Dengan latar belakang komedi stand-up, dia nambahin
-observational humor* yang cerdas, seringkali bikin komentar yang
-punchy*.
Role of the Host in Setting the Tone and Introducing Pranks, Who hosted candid camera
Host ini bukan cuma modal tampang, tapi juga otak di balik layar. Dia yang nentuin
mood* acara, dari yang tadinya biasa aja jadi kocak, sampai yang bikin penasaran.
Peran host itu krusial banget, kayak sutradara buat drama komedi dadakan ini. Dia yang ngasih aba-aba:
- Pembukaan: Host lah yang pertama kali nyambut penonton, ngenalin tema prank hari itu, dan kadang ngasih sedikit bocoran (tapi nggak terlalu banyak biar nggak ketebak).
- Pengantar Prank: Sebelum prank dimulai, host akan ngenalin “setting” dan “karakter” yang bakal kena prank. Ini penting biar penonton paham konteksnya.
- Narasi dan Komentar: Selama prank berlangsung, host akan ngasih komentar lucu, ngasih tahu apa yang lagi terjadi, atau ngasih reaksi yang bikin penonton makin ngakak.
- Penutup dan Reaksi: Setelah prank selesai, host biasanya akan ngasih tahu si “korban” kalau itu cuma prank, dan ngebahas reaksi mereka yang paling kocak.
“The host is the bridge between the prank and the audience, making sure the humor lands and the viewers are in on the fun.”
Notable Figures Behind the Scenes

Bro, “Candid Camera” wasn’t just about the funny faces people made; it was a whole operation, a real masterclass in sneaky filmmaking. We’re talking about the masterminds who cooked up these hilarious situations and made sure they were captured without anyone suspecting a thing. These guys are the unsung heroes, the real pranksters behind the curtain.This show was a game-changer because it captured genuine, unfiltered human reactions.
That authenticity? That’s all thanks to the creative minds who designed the pranks and the tech wizards who figured out how to film it all without arousing suspicion. It’s like a secret mission to get laughs, and these people were the secret agents.
Creators and Producers
The brains behind “Candid Camera” were none other than Allen Funt and his brother, George Funt. Allen was the visionary, the one who came up with the whole concept of catching people off guard. George, on the other hand, was more involved in the production side, making sure everything ran smoothly. Together, they were a dynamic duo, transforming a simple idea into a television phenomenon that lasted for decades.
Allen Funt, in particular, was obsessed with capturing spontaneous reactions. He believed that the most genuine humor came from people reacting naturally to unexpected situations. This philosophy was the bedrock of “Candid Camera,” and it’s what made the show so relatable and enduring.
Devising the Prank Scenarios
The genius of “Candid Camera” lay in its simple yet ingenious prank scenarios. These weren’t elaborate setups; they were everyday situations twisted just enough to elicit a surprised or confused response. The writers and producers would brainstorm everyday annoyances or absurdities and then craft a subtle setup to trigger them.Some of the most memorable pranks involved:
- Everyday objects behaving strangely, like a self-walking dog leash or a “talking” mailbox.
- Absurd instructions given to unsuspecting individuals, such as asking them to help a “robot” do chores or to carry a “magic” suitcase.
- Misunderstandings based on cleverly worded signs or instructions.
The key was to make the scenarios believable enough that people would engage, but bizarre enough to be funny. It was a delicate balance, and the “Candid Camera” team had it down to an art form.
Technical Aspects of Discreet Filming
Filming “Candid Camera” was a technical marvel for its time. The crew had to be incredibly stealthy, often using hidden cameras disguised as everyday objects. This required a lot of ingenuity and careful planning to avoid detection.
The show employed various methods for discreet filming:
- Hidden Cameras: These were cleverly concealed in props like buttons, pens, hats, and even artificial plants. The crew would often operate these cameras from a distance or have a hidden cameraman positioned nearby.
- Sound Recording: Similarly, microphones were hidden to capture the audio without being noticeable. This could be integrated into the props or worn by crew members in disguise.
- Controlled Environments: Sometimes, the pranks were set up in controlled environments like a studio designed to look like a public space, allowing for easier camera placement and less risk of being discovered.
The goal was always to make the subjects feel as comfortable and unaware as possible, so the cameras had to be virtually invisible.
The elusive host of Candid Camera, a shadow in the history of televised pranks, remains a whisper in the wind. It makes one ponder, amidst the grand spectacle of global competition, when did the United States host the Olympics , a question as intriguing as the identity of the original Candid Camera impresario.
Evolution of Filming Techniques
Over the years, the filming techniques for “Candid Camera” evolved significantly, mirroring advancements in camera and recording technology. What started with bulky, less sophisticated equipment gradually transformed into more streamlined and covert methods.
The progression of filming techniques can be observed through:
- Early Days: In the initial phases, cameras were larger and required more elaborate hiding spots. The crew relied heavily on static shots and carefully orchestrated movements to keep the cameras out of sight.
- Miniaturization: As cameras became smaller and more portable, the possibilities for discreet filming expanded. This allowed for more dynamic shots and greater flexibility in setting up pranks in diverse locations.
- Digital Revolution: The advent of digital technology brought about even more significant changes. High-definition cameras, wireless transmission, and advanced editing software enabled the crew to capture clearer footage and integrate it seamlessly into the show, all while maintaining the element of surprise.
- Integration with Public Spaces: With improved technology, the crew could more effectively blend into public spaces, using smaller, more sophisticated cameras that were harder to spot. This allowed for more spontaneous and natural interactions to be captured.
The constant innovation in filming technology was crucial to maintaining the show’s core premise of capturing genuine reactions in real-world settings.
The Evolution of “Candid Camera” Hosting

Wah, kalau ngomongin “Candid Camera”, emang nggak bisa lepas dari siapa yang bawain acaranya. Kayak kita nonton bola, kan, beda komentator beda gaya, tapi esensinya sama: bikin seru! Nah, di “Candid Camera” ini juga gitu, bro. Para host-nya itu kayak jenderal lapangan yang ngarahin strategi buat ngerjain orang, tapi tetep aja bikin kita ngakak. Gimana sih evolusinya? Yuk, kita bedah sikit!Peran host di “Candid Camera” itu unik banget.
Mereka bukan cuma ngasih tau apa yang lagi terjadi, tapi juga jadi jembatan antara kamera tersembunyi sama penonton di rumah. Mereka yang ngerasain kebingungan, kaget, sampai tawa orang yang kena prank. Makanya, pemilihan host itu krusial banget biar nuansa komedi dan kejutan dari “Candid Camera” tetep terjaga, bahkan makin asik seiring waktu.
Perbandingan Gaya Hosting Para Komedian
Setiap host punya “ciri khas” masing-masing, kayak signature move gitu. Ada yang santai banget kayak lagi nongkrong di warung kopi, ada yang enerjik dan kocak abis, sampai yang punya sentuhan sarkasme halus. Perbedaan gaya ini yang bikin “Candid Camera” nggak monoton dan selalu punya “rasa” yang beda di tiap era-nya.
- Allen Funt: Sang Pionir yang Kalem. Dia ini bapaknya “Candid Camera”. Gayanya itu kalem, observatif, dan cenderung menjelaskan apa yang terjadi dengan nada santai. Dia nggak banyak acting, lebih ke jadi saksi mata yang ngasih komentar cerdas. Funt ini yang nentuin “aturan main” awal, di mana kejujuran dan reaksi natural jadi kunci.
- Dom DeLuise: Si Badut yang Enerjik. Pas Funt mulai mundur, Dom DeLuise masuk dengan gaya yang jauh lebih heboh. Dia lebih ekspresif, sering banget ketawa bareng penonton, dan kadang ikut “main” dalam skenario prank-nya. DeLuise ini nambahin unsur “keseruan” yang lebih gamblang, cocok buat era TV yang makin dinamis.
- Peter Funt: Melanjutkan Tradisi dengan Sentuhan Modern. Allen Funt punya anak, Peter Funt, yang juga nerusin jejak ayahnya. Peter ini bisa dibilang kombinasi bapaknya dengan gaya yang lebih kekinian. Dia tetep punya kecerdasan dalam observasi, tapi juga lebih luwes berinteraksi dengan orang-orang yang di-prank, bikin suasana jadi lebih akrab.
- Mark Summers: Host Era Akhir yang Penuh Semangat. Di era-era akhir “Candid Camera” tayang, Mark Summers jadi wajah yang paling sering muncul. Dia punya energi yang tinggi, gaya bicaranya cepat dan kocak, dan nggak ragu buat nunjukkin antusiasmenya pas prank berhasil. Dia mewakili semangat “fun” yang terus diusung “Candid Camera”.
Adaptasi Peran Host Terhadap Perubahan Televisi
Dunia pertelevisian itu dinamis banget, bro. Dulu orang nonton TV sambil santai di ruang keluarga, sekarang bisa nonton di mana aja lewat gadget. Nah, host “Candid Camera” juga harus ikut beradaptasi. Gimana caranya biar prank yang udah ada dari dulu tetep relevan dan lucu buat penonton zaman sekarang?
“Host ‘Candid Camera’ itu kayak pilot pesawat. Dia harus bisa ngendaliin suasana, mastiin semua berjalan lancar, dan bikin penumpang (penonton) tetep terhibur, meski rutenya kadang bikin kaget.”
Perubahan teknologi produksi juga ngaruh. Dulu kan masih pake kamera gede, sekarang udah ada kamera tersembunyi yang makin canggih. Ini bikin host makin leluasa buat beraksi di berbagai situasi. Selain itu, ekspektasi penonton juga berubah. Mereka nggak cuma mau dikagetin, tapi juga pengen liat reaksi yang otentik dan kadang ada pesan moralnya.
Host yang bisa ngimbangin ini yang bakal bertahan.
Timeline Perubahan Hosting dan Pergeseran Presentasi Acara
Biar kebayang, kita bikin semacam peta perjalanan nih. Dari awal kemunculannya sampai jadi ikon komedi televisi.
- 1948-1960s: Era Allen Funt (Asli). “Candid Camera” pertama kali muncul sebagai segmen di radio, lalu pindah ke TV. Allen Funt jadi otak sekaligus wajah utama. Fokusnya pada situasi sehari-hari yang dibuat jadi lucu lewat kejutan. Gayanya otentik dan natural.
- 1970s-1980s: Dom DeLuise & Allen Funt (Kembali). Ada periode di mana Dom DeLuise jadi host utama, membawa energi yang lebih besar. Allen Funt juga sempat kembali lagi, menunjukkan konsistensi konsep acaranya.
- 1980s-1990s: Peter Funt Memimpin. Peter Funt mengambil alih, membawa sentuhan generasi baru tapi tetap menjaga akar dari “Candid Camera”. Dia lebih interaktif dan kadang menampilkan segmen yang lebih kompleks.
- 2000s-2010s: Mark Summers & Perluasan Konsep. Di era ini, Mark Summers jadi wajah yang paling dikenal. “Candid Camera” makin adaptif dengan tren, menampilkan prank yang lebih beragam dan melibatkan teknologi yang lebih canggih. Penekanannya pada “fun” dan tawa lepas.
Pergeseran ini nggak cuma soal siapa yang ngomong di depan kamera, tapi juga soal gimana cara ngemas prank-nya. Dulu mungkin lebih ke “situasi aneh terjadi”, sekarang bisa jadi “teknologi bikin heboh” atau “orang dihadapkan pada pilihan lucu”. Tapi intinya tetep sama: bikin orang kaget, terus ngakak bareng.
Perkembangan Kepribadian di Layar Kaca
Kepribadian host itu kayak “jiwa”-nya “Candid Camera”. Setiap kali ada pergantian, ada nuansa baru yang muncul.
| Era Host | Kepribadian Utama | Dampak pada Acara |
|---|---|---|
| Allen Funt | Observatif, cerdas, kalem, otentik | Menetapkan standar kejujuran dan reaksi natural. Menjadi ikon kesederhanaan yang jenius. |
| Dom DeLuise | Enerjik, kocak, ekspresif, antusias | Menambah elemen komedi yang lebih gamblang dan interaktif. Membuat acara terasa lebih “hidup”. |
| Peter Funt | Ramah, cerdas, modern, interaktif | Menghubungkan generasi lama dan baru. Lebih nyaman berinteraksi langsung dengan subjek prank. |
| Mark Summers | Semangat tinggi, cepat, kocak, antusias | Memperkuat citra “Candid Camera” sebagai acara yang selalu menyenangkan dan penuh kejutan. |
Bisa dibilang, setiap host membawa “warna” sendiri yang bikin “Candid Camera” tetep segar. Dari yang kalem tapi cerdas, sampai yang heboh dan bikin ngakak guling-guling. Ini yang bikin acara ini bisa bertahan lama banget di dunia hiburan yang keras.
Impact and Legacy of “Candid Camera” Hosts: Who Hosted Candid Camera

Abang, mbak, kak, ini dia bagian yang paling seru! Gimana sih para host legendaris “Candid Camera” ini ninggalin jejak abadi di dunia hiburan, sampe bikin kita masih ngomongin sampe sekarang? Nggak cuma bikin ketawa, mereka juga ngebentuk cara kita ngeliat acara iseng-iseng yang kayak gini.Para host ini bukan sekadar pembaca naskah, lho. Mereka itu wajah dari kejahilan yang jenaka, jembatan antara penonton dan orang-orang yang lagi kena prank.
Kehadiran mereka yang khas, entah itu gaya ngomongnya, ekspresinya, atau bahkan kehangatan yang terpancar, itu yang bikin “Candid Camera” jadi lebih dari sekadar tayangan biasa. Mereka bikin acara ini punya “jiwa”, bikin kita merasa kenal sama si host, seolah-olah kita lagi nonton bareng sama teman.
The Enduring Appeal Through Host Presence
Gimana sih para host ini bisa bikin “Candid Camera” tetep dicintai dan diingat terus? Simpel aja, mereka itu kunci dari “magic” acara ini. Mereka yang ngebawa energi, ngebikin penonton merasa nyaman dan penasaran di saat yang bersamaan. Tanpa mereka, pranknya mungkin cuma jadi prank biasa, tapi gara-gara mereka, prank itu jadi tontonan yang berkesan.Para host “Candid Camera” punya kemampuan unik buat ngebaca situasi dan bereaksi dengan spontan.
Mereka nggak kaku, malah seringkali ikut ketawa bareng penonton atau ngasih komentar jenaka yang bikin makin ngakak. Inilah yang bikin acara ini terasa otentik dan nggak dibuat-buat.
Memorable Moments Tied to Specific Hosts
Setiap host pasti punya momen ikonik yang nempel di ingatan kita. Misalnya aja, gaya khas Allen Funt yang selalu tenang tapi jenaka, atau kehangatan Dom DeLuise yang bikin suasana makin cair. Momen-momen ini nggak cuma bikin kita ketawa, tapi juga ngasih gambaran tentang kepribadian mereka yang bikin mereka disukai.Contohnya, ada satu segmen di mana Allen Funt pura-pura nggak tahu ada sesuatu yang aneh terjadi di sekitarnya, sementara semua orang panik.
Reaksi dia yang santai tapi penuh arti itu yang bikin momen itu jadi legendaris. Atau pas Dom DeLuise lagi ngasih instruksi ke orang yang lagi kena prank, gayanya yang berlebihan tapi lucu itu selalu bikin penonton terhibur.
Viewer Engagement Framework with Hosts
Hubungan antara host dan penonton di “Candid Camera” itu kayak ngobrol sama teman lama. Host itu kayak “teman” yang ngajak kita ikutan ngerjain orang, tapi dengan cara yang baik dan bikin ketawa. Mereka ngebangun rasa percaya sama penonton, bikin kita yakin kalau prank ini nggak jahat, cuma buat seru-seruan.Kita bisa lihat ini dari cara host ngomong langsung ke kamera, kayak lagi cerita ke kita.
Mereka ngasih komentar, nanya “kenapa ya ini bisa kejadian?”, atau ngasih tau kita apa yang lagi dipikirin sama orang yang kena prank. Ini bikin kita merasa jadi bagian dari acara, bukan cuma penonton pasif.
- Trust Building: Host yang ramah dan terlihat tulus bikin penonton percaya kalau pranknya nggak akan menyakiti siapapun.
- Anticipation and Reaction: Penonton jadi penasaran sama reaksi orang yang kena prank, dan host jadi “pemandu” yang ngasih tau kita apa yang harus diantisipasi.
- Shared Humor: Host seringkali nunjukkin ekspresi atau komentar yang sama dengan penonton, bikin kita merasa “oh iya, aku juga mikir gitu!”.
- Empathy and Connection: Kadang-kadang, host juga nunjukkin empati ke orang yang kena prank, yang bikin kita merasa terhubung sama perasaan mereka.
Conclusive Thoughts

The enduring appeal of Candid Camera is inextricably linked to the individuals who stood before the lens and introduced its often hilarious scenarios. From the pioneers who established its foundational charm to those who adapted its spirit for new eras, each host played a vital role in shaping viewer perception and ensuring the show’s continued success. Their contributions extend beyond mere presentation; they were the welcoming faces that invited millions into a world of innocent mischief and shared laughter, solidifying Candid Camera’s place as a beloved television institution.
Detailed FAQs
Who was the very first host of Candid Camera?
Allen Funt is widely recognized as the creator and the initial host of Candid Camera, launching the show in 1948.
Did anyone else host the show besides Allen Funt?
Yes, while Allen Funt was the primary host for much of its run, other notable figures like Durward Kirby, Chris Bearde, and Peter Funt also took on hosting duties during different periods.
How many different hosts has Candid Camera had?
The show has had a relatively small core group of primary hosts over its many decades, with Allen Funt being the most consistent, followed by a few others who helmed specific eras or revivals.
Was Allen Funt’s son involved in hosting Candid Camera?
Indeed, Peter Funt, Allen Funt’s son, co-hosted the show with his father in later years and continued to host revivals of Candid Camera.





